Arsip Tag: Yusuf

Isa Disunat

Delapan hari setelah Al Masih lahir, Yusuf dan Siti Maryam membawa-Nya ke tempat ibadah di Baitul Maqdis supaya Isa disunat.  Mereka ikut adat penyucian menurut syariat yang tertulis di dalam kitab suci Taurat.

Di dalam kitab suci Taurat tertulis begini,  “Setiap anak laki-laki yang sulung harus diserahkan kepada Allah.”  Mereka juga harus mempersembahkan kurban, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor burung merpati yang muda.

Lanjutkan membaca Isa Disunat

Kelahiran Isa Diberitahukan

Ketika kandungan Elisabet sudah berusia enam bulan, Allah mengutus malaikat Jibrail ke Nazaret, sebuah kota di daerah Galilea, Israil.

Jibrail diutus kepada seorang perawan yang bernama Siti Maryam. Siti Maryam tinggal di Nazaret.

Ia mengasihi Allah  dan selalu berlaku benar.  Siti Maryam sudah bertunangan dengan seorang pemuda yang bernama Yusuf.  Yusuf juga mengasihi Allah  dan taat kepada-Nya.

Pada suatu hari ketika Siti Maryam sedang seorang diri di rumah, malaikat Jibrail menampakkan diri kepada Siti Maryam.

Malaikat itu berkata, “Wasalam! Oh engkau yang diberkati Allah secara istimewa!” Lanjutkan membaca Kelahiran Isa Diberitahukan

Melayani atau Dilayani

YOHANES 13:1-20

Melayani atau Dilayani

Bagaimana kita bisa menjadi yg terbesar dalam kerajaan Sorga? Teks dalam Matius 18 bersabda kita harus merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil.

Anak kecil bergantug ke orang tua dan imannya murni. Anak kecil mau bersama orang tua mereka dan tidak protes. Sikap kita harus menjadi seperti itu, secara rohani kita tidak berpikir aku mandiri namun aku butuh Tuhan.

2 bab setelah ini, ada pertanyaan seperti ini muncul lagi, Matius 20:20

““Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya.”

‭‭Matius‬ ‭20:20‬ ‭

Ibunya Yakobus dan Yohanes meminta mereka menjadi besar juga. Apa itu jawabannya? Lanjutkan membaca Melayani atau Dilayani

Pemberontakan Kaum Israil

Bangsa Israil sudah dibebaskan dari negeri Mesir. Allah sudah memimpin mereka dan memberi mereka makanan dan minuman selama mereka menempuh perjalanan di padang pasir. Allah juga sudah memberitahu perintah-perintah-Nya kepada mereka – bagaimana membangun Baitullah, bagaimana mempersembahkan kurban bagi-Nya, dan bagaimana hidup sesuai dengan syariat-syariat-Nya.

Akhirnya mereka siap untuk masuk ke Tanah Kanaan yang sudah dijanjikan kepada Nabi Ibrahim dan keturunannya. Allah berkata kepada Nabi Musa, “Pilihlah seorang pemimpin dari setiap suku Israil untuk memata-matai Tanah Kanaan yang akan Kuberikan kepada mereka.” Lanjutkan membaca Pemberontakan Kaum Israil

Imanuel adalah Allah Kita

“Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: “Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.” ‭‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬

“Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu. Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu di seberang-menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali; dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa. Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya, dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka. Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.”

‭‭Wahyu‬ ‭22:1-5‬ ‭‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬‬

Kita sudah tahu akhir cerita dunia ini.

Kita sudah diberikan pencerahan tentang tujuan itu bumi, langit dan setiap orang manusia

Ini tanda kasih begitu besar. Tidak ada agama yg lain menjamin keselamatan apa lagi kehadiran atau penyertaan Tuhan. Surga menurut agama yg lain membuat kita senang. Surga dari kepahaman Alkitab membuat kesenangan kita hanya di dalam kesenangan Tuhan Allah dan itu kita bersama-sama selama-lamanya. Lanjutkan membaca Imanuel adalah Allah Kita

Siapa itu Barnabas ?

Mengapa orang Kristen tidak menganggap Injil Barnabas itu adalah Injil yg benar?

Sungguh-sungguhnya siapakah itu Barnabas?

Pertama kali kita membaca tentang orang yg bernama Barnabas itu adalah di dalam Kisah Para Rasul, dari Perjanjian Baru (Kitab Suci Injil).

Dalam bab 4 ayat ke-36 kita membahas tentang Barnabas, itu nama yang dikasih oleh rasul-rasul, bukan Yesus (Isa Almasih). Nama aslinya adalah Yusuf dan dia asli dari Pulau Siprus dan seorang Lewi, atau keturunan anak Yakub (Israil) yaitu Lewi.

Ini poin yang berbeda dengan Injil Barnabas, menurut Kitab Suci Injil (dituliskan abad ke-1), Yusuf dikasih nama Barnabas dan bukan salah satu dari ke-12 rasul aslinya.

Menurut cerita asli dalam Kisah Para Rasul, Barnabas adalah seorang yang suka berkorban (Kis 4:36,37). Lanjutkan membaca Siapa itu Barnabas ?

Nabi Yusuf Bertemu dengan Kakak-kakaknya

Nabi Yusuf, yang dahulu sudah dijadikan budak dan dipenjarakan, sekarang menjadi gubernur Mesir! Semuanya terjadi sesuai dengan apa yang dikatakan Nabi Yusuf.

Selama tujuh tahun, tanah menghasilkan panen yang berlimpah-limpah. Sebagai gubernur, Nabi Yusuf mengurus semua hasil panen itu. Gandum hasil panen itu dikumpulkan oleh Nabi Yusuf, lalu disimpannya di kota-kota. Gandum itu bertimbuntimbun.

Yang dikumpulkannya itu begitu banyak seperti pasir di tepi laut. Tetapi setelah 7 tahun masa kemakmuran, 7 tahun masa kelaparan datang. Ketika rakyat Mesir mulai menderita kelaparan, mereka minta makanan kepada sang raja. Lalu raja Mesir menyuruh mereka datang kepada Nabi Yusuf dan menaati semua yang diperintahkan oleh Nabi Yusuf. Lanjutkan membaca Nabi Yusuf Bertemu dengan Kakak-kakaknya

Nabi Yusuf – dari Penjara ke Istana

Nabi Yusuf adalah anak Nabi Yakub. Ia adalah putra yang paling dikasihinya. Kakak-kakaknya iri dan cemburu kepadanya. Mereka menjual Nabi Yusuf  untuk dijadikan hamba. Nabi Yusuf lalu dibawa ke Mesir oleh kafilah.

Di Mesir Nabi Yusuf menjadi hamba Potifar. Nabi Yusuf menjadi hamba yang jujur dan rajin. Akan tetapi, ia difitnah oleh istri Potifar sehingga Nabi Yusuf dipenjarakan. Baik di rumah Potifar maupun di penjara, Nabi Yusuf selalu berhasil karena Allah memberkati dan menolongnya.

Dua pelayan raja Mesir dipenjarakan oleh raja, tetapi satu di antaranya, yaitu pengurus minuman dibebaskan dan dikembalikan kepada jabatannya yang semula. Sementara itu yang satunya lagi, yaitu pengurus  roti, dihukum mati. Pengurus minuman ditolong oleh Nabi Yusuf  di penjara, tetapi setelah ia dibebaskan, ia tidak ingat lagi kepada Nabi Yusuf.

Lanjutkan membaca Nabi Yusuf – dari Penjara ke Istana

Nabi Yusuf di Mesir

Ketika kafilah tiba di Mesir, Nabi Yusuf dijual kepada seorang perwira raja yang menjabat sebagai kepala pengawal istana. Namanya Potifar. Potifar mempunyai seorang istri yang cantik.

Nabi Yusuf adalah hamba yang baik sekali. Ia selalu jujur, selalu rajin dan juga ia ditolong oleh Allah sehingga selalu berhasil dalam semua pekerjaannya. Tuan Potifar senang kepada Nabi Yusuf dan mengangkat dia menjadi pelayan yang mengurus rumah tangganya beserta segala miliknya. Sejak saat itu, oleh karena Allah menolong dan memimpin Nabi Yusuf, Tuan Potifar diberkati Allah dan menjadi lebih kaya lagi.

Nabi Yusuf  adalah seorang pemuda yang  gagah dan tampan. Istri Tuan Potifar tertarik kepada Nabi Yusuf dan ingin tidur bersama Nabi Yusuf.  Namun Nabi Yusuf tidak mau. Nabi Yusuf  berkata kepadanya, “Maaf, Nyonya, Tuan Potifar telah mempercayakan segala miliknya kepada saya, kecuali Nyonya, bagaimana mungkin saya melakukan perbuatan sejahat itu dan berdosa terhadap Allah?”

Lanjutkan membaca Nabi Yusuf di Mesir

Nabi Yusuf dan Saudara-Saudaranya

Nabi Yakub, putra Nabi Ishak  dan cucu Nabi Ibrahim, adalah seorang pemimpin keluarga yang dipilih oleh Allah. Nabi Yakub mempunyai 12 anak laki-laki. Nabi Yusuf adalah anaknya yang ke-11. Yang bungsu adalah  Benyamin. Pada waktu itu  Nabi Yusuf sudah berumur 17 tahun.

Dari antara semua  anaknya yang lain, Nabi Yakub  paling sayang kepada Nabi Yusuf. Mengapa? Karena Nabi Yusuf dilahirkan ketika  ayahnya sudah tua. Sebagai tanda kasihnya, Nabi Yakub memberikan sebuah jubah yang mewah dan bagus kepada Nabi Yusuf. Setelah kakak-kakak Nabi Yusuf melihat jubah itu dan tahu bahwa ayah mereka lebih sayang kepada Nabi Yusuf, mereka membenci Nabi Yusuf dan tidak mau lagi berbicara baik-baik dengan dia.

josephs-dreams
Jubah Yusuf

Lanjutkan membaca Nabi Yusuf dan Saudara-Saudaranya