Arsip Tag: Yesus

Isa Al Masih Memberi Makan 5.000 Orang

Pada suatu hari, Isa Al Masih dan pengikut-pengikut-Nya capai sekali.  Mereka sudah melayani banyak orang, menolong dan menyembuhkan yang tua dan yang sakit, dan mengajar tentang Kerajaan Allah.  Mereka begitu sibuk sehingga tidak ada waktu untuk makan!  

Sebab itu Isa berkata kepada para pengikut-Nya, “Marilah kita pergi ke tempat yang sunyi, di mana kita bisa istirahat sebentar.”  Lalu mereka berangkat dengan perahu menuju ke tempat yang sunyi.

Tetapi banyak orang sudah melihat mereka berangkat. Orang-orang itu berlari-lari melalui jalan darat mendahului Isa dan para pengikut-Nya tadi.  Ketika mereka turun dari perahu, Isa melihat orang banyak sudah menunggu.  Ia kasihan kepada mereka, lalu Ia menyembuhkan orang-orang  sakit yang ada di antara mereka.

Lanjutkan membaca Isa Al Masih Memberi Makan 5.000 Orang

Siapakah itu Isa ?

Siapakah itu Isa?
Nabi yg mana melakukan sebanyak mukjizat sebagai Isa dengan kuasaNya sendiri?

Dia tidak pernah minta kuasa atau menunggu perintah dari Allah untuk melakukan mukjizat.
Dia hanya berFirman dan langsung terjadi (seperti Kitab Suci Taurat, Kejadian 1)

Dia lahir dari Seorang perawan.
Dia berpuasa 40 hari, 40 malam.
Dia menyembuhkan segala macam sakit penyakit: buta, bisu, lumpuh, berdarah, sakit kusta , dll.

Dia membangkitkan orang yg sudah mati beberapa kali.

Lanjutkan membaca Siapakah itu Isa ?

Isa Almasih Mengajar tentang Dinullah (Kerajaan Allah)

Isa Almasih pergi ke mana-mana untuk mengajar tentang Kerajaan Allah. Sejak Nabi Adam berdosa, semua orang menjadi berdosa dan lahir di dalam kerajaan Iblis.

Isa Almasih datang ke dunia untuk menghancurkan kerajaan Iblis dan membangun Kerajaan Allah.

Dia siap melepaskan setiap orang dari kerajaan Iblis dan memindahkannya ke dalam Kerajaan Allah — menjadi umat Allah. Tetapi Allah tidak memaksa seseorang untuk pindah ke dalam Kerajaan-Nya.

Dia hanya menyerukan agar setiap orang percaya kepada-Nya dan mengikuti jalan yang lurus yang ditunjukkan oleh Isa Almasih.
Isa Almasih banyak mengajar tentang Kerajaan Allah.

Di sini tidak mungkin untuk menceritakan semuanya, tetapi pada bagian ini akan dijelaskan hal-hal yang paling penting tentang Kerajaan Allah.

Isa menyempurnakan hukum Taurat. Dalam hukum Taurat, ada perintah: “Jangan membunuh”. Isa Almasih mengajar bahwa barangsiapa marah kepada orang lain, ia berdosa seperti orang yang membunuh.

Dalam hukum Taurat juga ada ajaran seperti ini: “Setiap orang yang menceraikan istrinya harus memberikan surat cerai kepadanya.” Tetapi Isa Almasih berkata, “Jangan menceraikan seorang istri kalau ia tidak menyeleweng.”

Juga ada ajaran seperti ini: “Cintailah kawan-kawanmu dan bencilah musuh-musuhmu.” Tetapi Isa mengajarkan: “Cintailah musuh-musuhmu, dan doakanlah orang-orang yang menganiaya kalian.”

Isa Almasih juga mengajar bagaimana orang yang sudah pindah ke dalam Din atau Kerajaan Allah harus sholat, memberi sedekah, berdoa, dan berpuasa. Dia berkata, “Jangan kalian melakukan kewajiban agama di depan umum supaya dilihat orang.”

Jadi jangan memberi sedekah supaya orang lain melihat. Juga jangan sholat atau berdoa hanya supaya orang lain melihat dan memuji kita, tetapi berdoalah di kamar sendiri supaya Allah sajalah yang melihat dan mendengar kita.

Kalau berpuasa, janganlah bermuka muram, tetapi cucilah muka kita dan sisirlah rambut kita supaya tidak ada yang tahu bahwa kita sedang berpuasa, kecuali Allah yang mahatahu.

Kata Isa Almasih, “Jangan khawatir tentang apa yang akan kalian makan atau apa yang akan kalian pakai, tetapi percayalah kepada Allah. Usahakanlah dahulu supaya Allah benar-benar menjadi penguasa tunggal atas hidupmu dan lakukanlah kehendak-Nya, maka semua yang lain juga akan diberikan Allah kepadamu.”

Ada dua pilihan atau dua pintu. Saudara hanya boleh memilih satu saja. Jangan memilih pintu yang besar dan lebar, yaitu memilih yang gampang dan yang duniawi. Mengapa?

Karena pintu ini menuju ke neraka. Tetapi pilihlah pintu yang sempit dan yang sukar, yang membawa orang kepada hidup yang kekal.

Ini adalah pintu dan jalan yang lurus, yang ditunjukkan oleh Isa Almasih. Orang yang memilih pintu yang sempit hanya sedikit. Mereka harus mematikan nafsu duniawi dan memikirkan orang lain. Mereka selalu ingin melakukan kehendak Allah yang ditunjukkan oleh firman-Nya.

Isa Almasih memberi kesimpulan tentang ajaran-Nya dalam satu perintah yang mempunyai dua imbauan. “Kasihilah Tuhan Allah dengan segenap hati, jiwa, akal, dan kekuatanmu, dan kasihilah sesamamu seperti kamu mengasihi diri sendiri.”

Isa Almasih juga mengajarkan bahwa orang yang mendengarkan perkataan-Nya dan yang menurutinya sama seperti orang bijak yang membangun rumahnya di atas batu.

Tetapi orang yang mengetahui ajaran-Nya dan tidak menurutinya sama seperti orang bodoh yang membangun rumahnya di atas pasir. Yang mana yang akan Saudara pilih?

Pintu yang lebar atau pintu yang sempit? Jalan yang mudah atau jalan yang sukar? Bijak atau bodoh?

Siapakah Seorang Imamat Pada Hari Ini

Apa yang membedakan Gereja Baptis dengan denominasi atau sinode yang lain?

Apakah desain tempat ibadah yang berbeda? Apakah pujian-pujian atau buku nyanyian yang dipakai berbeda?

Apakah gaya musik yang disukai berbeda? Apakah pakaian ketika ikut ibadah raya yang berbeda?

Memang hal tersebut bisa jadi sebagian dari perbedaannya, namun pada dasarnya, umat Baptis memiliki satu visi bagi gereja – visi itu termasuk keanggotaan gereja adalah orang-orang yg telah dilahiran kembali.

Atau dalam istiliah yg lain seperti dijelaskan oleh orang teolog Baptis John Hammett, “Ada desakan terhadap gereja itu harus mempunyai orang yg sudah percaya saja. Itulah yang menjadi pembeda gereja Baptis.”

(Hammett, Biblical Foundations for Baptist Churches, 81.)

Bagian terutama dari ekklesiologi Baptis memiliki gelar lain secara Alkitabiah dan teologis: Keimaman bagi Orang Percaya

Keyakinan tersebut yg mendasarinya sudah menjadi sangat penting dalam eklesiologi Baptis, merupakan bagian dari dasar kongregasional. Lanjutkan membaca Siapakah Seorang Imamat Pada Hari Ini

 Allah Memberikan Orang Pemimpinan Kepada Kita

Nats: Efesus 4:11 – 16

Poin yg Terutama: Allah menyediakan gembala-gembala dan pemimpin gereja untuk melengkapi para jemaat untuk pekerjaan pelayanan, dan Allah mengunakan pelayanan tersebut untuk membentuk orang yg percaya (orang kudus) dalam rupa Yesus Kristus.

1. Allah memberikan kepada kita pemimpin (ayat 11)

Para pemimpin tidak dalam perannya hanya karena kasih karunia atau talenta, atau keingingan saja, walaupun hal tersebut penting.

Para pemimpin berada dalam peran-perannya, alasan yg pertama dan terutama, oleh karena Allah merencanakan mereka melayani di sana.

Peran dan Tugas sebagai gembala sidang, penata dan pemimpin gereja jemaat adalah sebuah amanat dan tugas dari Allah yg menciptakan alam semesta.

Tugasnya tidak bisa dan tidak boleh mengerjakan dengan sikap (usaha) yg malas atau hati yg kurang semangat. Lanjutkan membaca  Allah Memberikan Orang Pemimpinan Kepada Kita

Pelayanan Di Tengah Virus Korona

PIKIRAN KITA DULU DAN SEKARANG

Dulu mungkin kita berpikir: “Saya bertahan, waspada, virus ini akan segera selasai.
Sekarang: Kita tidak tahu kapan bisa selasai. Rasa ketakutan, kecemasan tetap ada.

 

Mengapa Takut?

Kita mau mengendalikan semua, tahu semua, mengontrol semua. Oleh karena kita tidak bisa menguasai virus ini, belum ada immunisasi (vaksin) atau obat ampuh untuk ini, kita merasa “dikuasai” oleh COVID-19

Banyak orang takut terpapar virusnya.

Dasar Yang Kokoh Di Dalam Kristus Lanjutkan membaca Pelayanan Di Tengah Virus Korona

Isa Disunat

Delapan hari setelah Al Masih lahir, Yusuf dan Siti Maryam membawa-Nya ke tempat ibadah di Baitul Maqdis supaya Isa disunat.  Mereka ikut adat penyucian menurut syariat yang tertulis di dalam kitab suci Taurat.

Di dalam kitab suci Taurat tertulis begini,  “Setiap anak laki-laki yang sulung harus diserahkan kepada Allah.”  Mereka juga harus mempersembahkan kurban, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor burung merpati yang muda.

Lanjutkan membaca Isa Disunat

Para Gembala Mengungjungi Isa Almasih

Pada malam hari itu, yaitu ketika Siti Maryam melahirkan, gembala-gembala menjaga kawanan ternak mereka di sebuah padang rumput di sekitar Bait Lahm.

Malam itu sepi dan cukup gelap. Yang tampak hanyalah cahaya bintang-bintang dan bulan, mungkin juga cahaya api unggun.  Tidak ada listrik ataupun lampu pada zaman itu.

Tiba-tiba kegelapan malam berubah menjadi terang oleh sejumlah besar malaikat dari surga yang menampakkan diri kepada para gembala. Mereka bertasbih serta bertahmij memuji Allah Yang Mahakuasa.

Para gembala sangat ketakutan.  Lalu kata malaikat itu kepada mereka, “Jangan takut.  Ada kabar yang sangat menggembirakan.  Hari ini telah lahir di Bait Lahm, Penyelamat, Al Masih nama-Nya. Inilah tandanya:  Kalian akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan kain dan terbaring di dalam keranjang rumput.” Lanjutkan membaca Para Gembala Mengungjungi Isa Almasih

Kelahiran Isa Diberitahukan

Ketika kandungan Elisabet sudah berusia enam bulan, Allah mengutus malaikat Jibrail ke Nazaret, sebuah kota di daerah Galilea, Israil.

Jibrail diutus kepada seorang perawan yang bernama Siti Maryam. Siti Maryam tinggal di Nazaret.

Ia mengasihi Allah  dan selalu berlaku benar.  Siti Maryam sudah bertunangan dengan seorang pemuda yang bernama Yusuf.  Yusuf juga mengasihi Allah  dan taat kepada-Nya.

Pada suatu hari ketika Siti Maryam sedang seorang diri di rumah, malaikat Jibrail menampakkan diri kepada Siti Maryam.

Malaikat itu berkata, “Wasalam! Oh engkau yang diberkati Allah secara istimewa!” Lanjutkan membaca Kelahiran Isa Diberitahukan