Arsip Tag: Nabi Yusuf

Nabi Daniel

Allah menciptakan dunia ini melalui Firman-Nya. Dia melihat semua yang di ciptakan-Nya, dan semuanya sangat baik.

Tetapi Nabi Adam dan Siti Hawa tidak taat kepada perintah-Nya. Apakah dosa mereka? Kita juga orang berdosa karena kita tidak selalu taat kepada Allah.

Allah berjanji kepada Nabi Adam dan Siti Hawa bahwa dari keturunan mereka  akan datang Seseorang yang akan memusnahkan musuh kita, si Iblis. Ia akan menebus kita dari hukuman dosa..

Jadi Allah memilih seorang nabi untuk menjadikan mereka satu bangsa yang besar,  yang akan menaati firman Allah. Sang Penebus akan lahir dari seorang wanita bangsa itu. Jadi, Nabi Ibrahim dipilih, dan keturunan Nabi Ibrahim  menjadi satu bangsa yang besar, yang disebut Israil.
Allah memilih Nabi Daud menjadi raja Israil. Nabi Daud adalah raja yang paling dikasihi oleh Allah. Raja Daud sangat menghormati  dan mengasihi Allah. Jadi, Allah memberkati kerajaannya sehingga Israil menjadi kuat dan makmur.

Tetapi raja-raja setelah raja Daud tidak taat kepada Allah. Ketika mereka memberontak terhadap Allah, orang-orang biasa juga ikut memberontak. Akhirnya orang Israil menjadi sangat jahat. Allah menghukum mereka sehingga mereka dikalahkan oleh raja Babil yang bernama Nebukadnezar.

Banyak orang Israil ditawan oleh raja Babil itu. Mereka dibawa ke Babil.

Kemudian Raja Nebukadnezar memerintahkan kepala rumah tangga istana yang bernama Aspenas untuk memilih beberapa pemuda  dari tawanan-tawanan Israil. Ia harus memilih pemuda-pemuda yang tak bercacat. Mereka harus  tampan,  berpendidikan tinggi,  dan cerdas. Aspenas harus mengajar mereka membaca dan menulis bahasa Babil. Setelah dilatih selama 3 tahun, mereka harus menghadap raja untuk bertugas di istana. Lanjutkan membaca Nabi Daniel

Jatuhnya Benteng dan Kota Yerikho

Allah telah berjanji kepada Nabi Ibrahim bahwa Tanah Kanaan akan diberikan kepada keturunannya sebagai milik atau warisannya. Tetapi sudah selama 430 tahun keturunan Nabi Ibrahim meninggalkan Tanah Kanaan dan tinggal di Mesir.

Setelah Nabi Yusuf meninggal, raja Mesir tidak ingat lagi kepada kebaikannya. Keturunan Nabi Ibrahim diperbudak. Allah melihat kesusahan orang Israil dan membebaskan mereka dari Mesir. Nabi Musa yang menjadi pemimpin mereka.

Mereka siap masuk Tanah Kanaan, tetapi mereka takut kepada penduduk Tanah Kanaan. Mereka tidak percaya kepada Allah, dan ingin kembali ke Mesir. Bagaimana Allah menghukum mereka?

Lanjutkan membaca Jatuhnya Benteng dan Kota Yerikho

Pemberontakan Kaum Israil

Bangsa Israil sudah dibebaskan dari negeri Mesir. Allah sudah memimpin mereka dan memberi mereka makanan dan minuman selama mereka menempuh perjalanan di padang pasir. Allah juga sudah memberitahu perintah-perintah-Nya kepada mereka – bagaimana membangun Baitullah, bagaimana mempersembahkan kurban bagi-Nya, dan bagaimana hidup sesuai dengan syariat-syariat-Nya.

Akhirnya mereka siap untuk masuk ke Tanah Kanaan yang sudah dijanjikan kepada Nabi Ibrahim dan keturunannya. Allah berkata kepada Nabi Musa, “Pilihlah seorang pemimpin dari setiap suku Israil untuk memata-matai Tanah Kanaan yang akan Kuberikan kepada mereka.” Lanjutkan membaca Pemberontakan Kaum Israil

Bencana- Bencana di Mesir

Pada zaman Musa, orang-orang Mesir menyembah banyak dewa, misalnya dewa matahari dan dewa bulan. Mereka juga menyembah Sungai Nil, sapi, kodok, dsb.

Orang-orang Mesir menyembah ciptaan Allah, bukannya menyembah Allah, Sang Pencipta. Orang-orang Mesir memberontak terhadap Allah Yang Maha Esa dan Yang Mahabesar. Mereka adalah orang-orang yang zalim.

Musa dan Harun  pergi menemui raja Mesir dan memberitahu bahwa Allah  ingin supaya umat-Nya, yaitu keturunan Ibrahim, dibebaskan dari perbudakan di Tanah Mesir. Untuk menyatakan kuasa Allah yang ajaib kepada raja  Mesir, yaitu raja Firaun, Harun melemparkan tongkatnya ke tanah di depan  raja dan para pegawainya, lalu tongkat itu berubah menjadi ular. Para ahli sihir Firaun berbuat begitu juga dengan ilmu sihir mereka. Tongkat mereka juga menjadi ular, tetapi tongkat Harun menelan tongkat mereka.

Musa dan Harun melakukan berbagai macam keajaiban. Dengan demikian, Allah menyatakan kepada Firaun dan orang-orang Mesir bahwa Allah bani Ibrahim adalah Allah Yang Mahakuasa. Tetapi Firaun tetap berkeras hati. Oleh sebab itulah Allah  menimpakan adzab-Nya kepada orang Mesir supaya hati raja Firaun yang keras itu mau menuruti kehendak Allah.

Lanjutkan membaca Bencana- Bencana di Mesir

Kelahiran Nabi Musa

Keturunan Nabi Ibrahim disebut “bani Ibrahim” oleh orang Mesir. Jadi, dalam cerita ini kalau disinggung-singgung tentang “bani Ibrahim”, itu maksudnya adalah keturunan Nabi Ibrahim.

Keturunan Nabi Ibrahim, yaitu keluarga Nabi Yakub, beranak cucu sangat banyak. Jumlah mereka bertambah dengan cepat sekali sehingga negeri Mesir penuh dengan mereka.

Tahun berganti tahun, lama sesudah Nabi Yusuf dan kakak-kakaknya meninggal, seorang raja baru yang tidak mengenal Nabi Yusuf mulai memerintah di Mesir. Sang raja khawatir keturunan Nabi Ibrahim akan semakin banyak lagi. Jadi, mereka dipaksa untuk bekerja keras. Akibatnya banyak di antara mereka yang meninggal.

Namun ada juga di antara mereka yang tidak meninggal meskipun pekerjaan mereka sangat berat dan kasar. Mereka diberkati oleh Allah sehingga mereka bertambah lebih banyak lagi. Lanjutkan membaca Kelahiran Nabi Musa

Keluarga Nabi Yakub Pindah Ke Mesir

Kakak-kakak Nabi Yusuf dan adiknya sudah datang untuk kesekian kalinya di Mesir guna membeli gandum bagi keluarganya. Mereka belum dapat mengenali Nabi Yusuf, saudaranya, tetapi Nabi Yusuf mengenali mereka.

Mereka sudah makan dan minum di rumah Gubernur Mesir tersebut. Keesokan harinya mereka berangkat pulang ke Kanaan. Mereka membawa pulang gandum dengan jaminan keledainya. Mereka tidak tahu bahwa Nabi Yusuf sudah menyuruh hambanya untuk memasukkan uang mereka ke dalam karung-karung mereka. Piala perak Nabi Yusuf  juga dimasukkan ke dalam karung Benyamin. Lanjutkan membaca Keluarga Nabi Yakub Pindah Ke Mesir

Nabi Yusuf – dari Penjara ke Istana

Nabi Yusuf adalah anak Nabi Yakub. Ia adalah putra yang paling dikasihinya. Kakak-kakaknya iri dan cemburu kepadanya. Mereka menjual Nabi Yusuf  untuk dijadikan hamba. Nabi Yusuf lalu dibawa ke Mesir oleh kafilah.

Di Mesir Nabi Yusuf menjadi hamba Potifar. Nabi Yusuf menjadi hamba yang jujur dan rajin. Akan tetapi, ia difitnah oleh istri Potifar sehingga Nabi Yusuf dipenjarakan. Baik di rumah Potifar maupun di penjara, Nabi Yusuf selalu berhasil karena Allah memberkati dan menolongnya.

Dua pelayan raja Mesir dipenjarakan oleh raja, tetapi satu di antaranya, yaitu pengurus minuman dibebaskan dan dikembalikan kepada jabatannya yang semula. Sementara itu yang satunya lagi, yaitu pengurus  roti, dihukum mati. Pengurus minuman ditolong oleh Nabi Yusuf  di penjara, tetapi setelah ia dibebaskan, ia tidak ingat lagi kepada Nabi Yusuf.

Lanjutkan membaca Nabi Yusuf – dari Penjara ke Istana

Nabi Yusuf di Mesir

Ketika kafilah tiba di Mesir, Nabi Yusuf dijual kepada seorang perwira raja yang menjabat sebagai kepala pengawal istana. Namanya Potifar. Potifar mempunyai seorang istri yang cantik.

Nabi Yusuf adalah hamba yang baik sekali. Ia selalu jujur, selalu rajin dan juga ia ditolong oleh Allah sehingga selalu berhasil dalam semua pekerjaannya. Tuan Potifar senang kepada Nabi Yusuf dan mengangkat dia menjadi pelayan yang mengurus rumah tangganya beserta segala miliknya. Sejak saat itu, oleh karena Allah menolong dan memimpin Nabi Yusuf, Tuan Potifar diberkati Allah dan menjadi lebih kaya lagi.

Nabi Yusuf  adalah seorang pemuda yang  gagah dan tampan. Istri Tuan Potifar tertarik kepada Nabi Yusuf dan ingin tidur bersama Nabi Yusuf.  Namun Nabi Yusuf tidak mau. Nabi Yusuf  berkata kepadanya, “Maaf, Nyonya, Tuan Potifar telah mempercayakan segala miliknya kepada saya, kecuali Nyonya, bagaimana mungkin saya melakukan perbuatan sejahat itu dan berdosa terhadap Allah?”

Lanjutkan membaca Nabi Yusuf di Mesir

Nabi Yusuf dan Saudara-Saudaranya

Nabi Yakub, putra Nabi Ishak  dan cucu Nabi Ibrahim, adalah seorang pemimpin keluarga yang dipilih oleh Allah. Nabi Yakub mempunyai 12 anak laki-laki. Nabi Yusuf adalah anaknya yang ke-11. Yang bungsu adalah  Benyamin. Pada waktu itu  Nabi Yusuf sudah berumur 17 tahun.

Dari antara semua  anaknya yang lain, Nabi Yakub  paling sayang kepada Nabi Yusuf. Mengapa? Karena Nabi Yusuf dilahirkan ketika  ayahnya sudah tua. Sebagai tanda kasihnya, Nabi Yakub memberikan sebuah jubah yang mewah dan bagus kepada Nabi Yusuf. Setelah kakak-kakak Nabi Yusuf melihat jubah itu dan tahu bahwa ayah mereka lebih sayang kepada Nabi Yusuf, mereka membenci Nabi Yusuf dan tidak mau lagi berbicara baik-baik dengan dia.

josephs-dreams
Jubah Yusuf

Lanjutkan membaca Nabi Yusuf dan Saudara-Saudaranya