Pola Tuhan Untuk Pembaharuan dan Kebangkitan Rohani

2 Tawarikh 29

Virus Corona ini diizinkan dari Tuhan. 

Apa itu maksud Tuhan? Apa itu tujuan dalam pandemi COVID? Pandemi belum tuntas.

Hanya oleh kemurahan Tuhan kita diperbolehkan beribadah, hidup dan sehat.

Kasih karunia itu ada maksud. Saya percaya, corona pun ada maksud.

Mari kita merenungan satu kemungkinan atau maksud ketika ada tantangan apa pun dalam hidup kita….

Tujuan itu supaya kita mengalami PEMBAHARUAN Rohani

Ada dua pertanyaan saya mau sampaikan lebih dahulu untuk kita renungkan bersama. Silahkan menjawab dalam hati sendiri

  1. Mengapa pembaharuan itu penting?

Kalau saya pribadi, menjawab, caranya untuk mendekatkan diri kepada Tuhan adalah untuk punya hidup yg lebih berkenan kepada Tuhan agar nama Tuhan semakin dimuliakan.

  • Apakah merasa lebih dekat sama Tuhan hari ini daripada bulan Januari yang lalu karena COVID -19? 

Semoga di antara gerakkan “di rumah saja”…. Karantina… lockdown… ada kesempatan untuk belejar Alkitab lebih banyak, lebih sering berdoa dan hubungan bersama keluarga semakin erat.. 

Bagaimana? Masih ingat Maret – April – Mei 2020… tempat wisata…  Hiburan… tutup… pertandingan olahraga… dibatalkan… mall semua… ditutup…. 

Apakah berhala? Apakah memungkinkan kita ditegor oleh Allah? 

Pasti Alkitab menjawab. Tidak ada pandemi coronavirus dalam Alkitab tetapi ada tradisi dan kebiasaan sampai yang menjadi dosa sampai ada hukuman Tuhan. Ada zaman pembaharuan oleh karna pimpinan raja.

Dalam 2 Tawarikh 28, Di bawah pimpinan Ahas bangsa Israel mencapai titik terendah secara rohani (2 Taw. 28:5)

Hizkia, anaknya menggantikannya sebagai raja dan ia melakukan apa yang benar di mata Tuhan

Apa yg dilakukan oleh Hizkia ? Mari kita membahas 2 Tawarikh 29:1-10

Ayat 1- 3

Tahun pertama – Raja Hizkia berumur 25 than. Sepertinya dia sudah diberi hikmat dan bijaksana untuk membuka tempat ibadah. Sudah lama tempat ibadah diabaikan. Memang tempat ibadah pada saat itu tempat yg Allah menghadiri.

Akan tetapi mungkin tidak jauh dari pengalaman kita, tempat ibadah dipaksa ditutup,. 

Pada zaman Hizkia, tempat ibadah tidak diperhatikan dan perlu diperbaiki.

Bagaimana dengan hati  bapak dan ibu, saudara – saudari? Apakah hubungan persahabatan sama Tuhan perlu diperhatikan? Apakah merasa dekat atau jauh dari Tuhan?  

Jangan mengabaikan rasa dekat sama Tuhan. Hari inilah, sempat untuk bertobat atas dosanya, pelanggarannny dan mengalami pembaharuan

Ayat 4-5

Para pemimpin menguduskan dirinya. kita dipanggil untuk menjadi Suci, bukan bermakmur atau sehat.

Kita yang disucikan oleh darah Yesus… Mari kita memperhatikan tindakan dan sikap kita. Kalau kita menguduskan hidup pribadi, bisa saja jadi sehat, makmur, bisa jadi miskin dan sakit… namun yang pasti NAMA TUHAN AKAN DIMULIAKAN. Ketika kita disucikan, pikiran dan sikap kita diputarbalikkan dari pola dunawi.

Persiapan untuk mengalami pembaharuan termasuk Seorang pemimpin yang bijak akan memperhatikan gejala-gejala penyakit rohani di antara jemaatnya.

Hizkia tahu bahwa nenek moyangnya telah berubah setia (ayat 6)

Bagaimana dengan kita? Apakah kita telah berubah setia? Apakah kita bertumbuh semakin dekat sama Tuhan setiap hari? Apakah kita rindu untuk orang diselamatkan? Apakah kita pernah bersaksi kepada orang yang lain tentang kasih Kristus ?

Hal yang mana dianggap terpenting dalam hidup kita? Apakah kita lebih suka berdoa dan bicara kepada Tuhan? Ataukah kita bergosip dan berbicara kepada manusia?

Apakah kita lebih suka menonton sepak bola, olahraga, filem dibandingkan waktu dihabiskan dengan ceramah dan pelajaran rohani?

Raja Hizkia juga menyadari bahwa apa yg dialami oleh nenek moyangnya merupakan hukuman Tuhan (ayat 8-9).

Dia tahu umat Israel harus kembali kepada Tuhan dan mengikat perjanjian dengan Tuhan supaya murka Allah undur dari pada bangsanya.(ayat 10)

Sering kali ada hal yang susah terjadi diizinkan dalam hidup kita agar kita kembali kepada Tuhan. Makanya poin berikutnya:

Kita masih hidup – oleh kasih karunia dan kemurahan Tuhan. Jangan sia-siakan kesempatan hari ini. Ambil balpoin, pensil dan menggambar lingkaran sekitar kaki saudara-saudarai… sekaligus menyatakan bahwa kebangunan kebangkitan Rohani mulai di dalam lingkaran ini, mulai dengan saya.

Semua dikerjakan, semua pemimpin dikuduskan, ada anyak korban dan semua ditetapkan kembali.

3. Mengadakan kebaktian dan memberikan persembahan kepada Tuhan (2 Taw. 29:35-36)

Bangsa Israel dipanggil untuk kembali kepada Tuhan.

Dalam 2 Tawarikh 30:1, Raja Hizkia mau menyatukan bangsa dalam ibadah yang benar dengan Paskah.

Pada saat itu, sudah lama tidak dirayakan oleh masyarakat. Dengan hal yang sama, Tuhan Yesus pun pada malam Paskah berdoa bahwa kita bersatu dengan Allah.

Dua penerapan

Pertama: kesatuan kita dengan Tuhan akan menjadi kesaksian kepada orang yang lain.

Kedua: kesatuan kita dengan sesama juga akan menjadi kesaksian. Jemaat, dengan orang percaya dan gereja yang lain, kesatuan dalam Tubuh – huruf T besar – akan menjadi kesaksian.

2 Tawarikh 30:2-10

  • Ternyata, tidak semua orang siap bertobat dan kembali kepada Tuhan (2 Taw. 30:10)
  • Tetapi juga ada banyak yg siap ( 2 Taw. 30:11-12)

Persiapan dalam ayat 14 – mezbah korban ukupan dibuang dan dijauhkan agar tidak dipakai lagi. Kita juga harus mempersiapkan diri, hati kita, pikiran kita, dan hidup kita. Persiapan inilah dianngap satu tahap dalam pembaharuan.

Banyak dosa penulis ini juga harus bertobat. Dulu saya lebih suka cari hiburan seperti sosmed, video dan yang lain-lain kadang-kadang dengan hal tidak positif.

Oleh karena corona, tidak ada pertandingan olahraga, jadi bisa fokus kepada Tuhan dan jangan sampai mezbah korban ukupan. memang tidak harus secara nyata dengan mezbah untuk berhala, bisa saja dengan jadwal dan keinginan diri jadi mezbah

Hizkia mendoakan umatnya dan Tuhan mendengar doanya (30:18-20)

Kita semua punya peran yang penting sebagai pendoa syafaat. Banyak orang perlu diselamatkan. Mari kita berdoa syafaat untuk mereka.

Mari kita membawa semua dosa kita, dosa umat, dosa bangsa kepada Tuhan dan minta ampun.

Untuk mengalami kebangunan rohani, harus ada pertobatan, termasuk pembuangan hal yamg lama hal yang tidak berkenan kepada Tuhan.

Kemudian, mereka mengalami sukacita dalam beribadah dan berbakti.

Ketika pulang mereka menghancurkan segala hal yg berhubungan dengan penyembahan berhala

Tiang /TUGU Berhala – baal, Asherim itu adalah dewa kusuburan dan disembah dengan sesungguhnya mengacu kepada pasangan Baal, yaitu Asyera, yang dipercayai tinggal di dalam sebuah tiang kayu yang diletakkan di sebelah tiang batu.

Kedua tiang itu apabila sudah diukir menjadi berhala

Sudah lama penyembah diperbolehkan. Akhirnya tindakan radikal, kebiasaan dihancurkan oleh Raja Hizkia.

Ada apa ditinggikan dalam hidup kita yg perlu dirobohkan? 

Ada apa yang sudah berkompromi dengan atau dipinjam dari dunia?

Penerapan

Ular tembaga yang digunakan oleh Musa dahulu, sebab benda tersebut sudah diselewengkan menjadi berhala (II Raj. 18:4).

Sering kali kita melihat kepada tempat, membuat tempat suci, walaupun tidak demikan dalam mata Tuhan.

Nenek moyang tidak bisa menolong kita.

Apakah saudara ingin mengalami suatu pembaharuan rohani di dalam diri sendiri dan gereja saudara?

Apa yang harus saudara lakukan untuk mempersiapkan diri, saudara, dan gereja saudara untuk mengalami pembaharuan tersebut?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.