Kesetiaan Tuhan

“Sampai di sini Tuhan menolong kita”

1 Samuel 7:1-14

Kita merenungkan atas kesetiaan Tuhan dan kita bisa mengungkapkan “Sampai di sini Tuhan menolong kita.”

Kita bisa menirukan pola bangsa Israel sambil mengingatkan kebaikan dan kesetiaan Tuhan.

Pada zaman nabi Samuel ini, pergumulan dengan musuh Filistin mulai di 1 Samuel 4:3:

Ketika tentara itu kembali ke perkemahan, berkatalah para tua-tua Israel: ”Mengapa Tuhan membuat kita terpukul kalah oleh orang Filistin pada hari ini? Marilah kita mengambil dari Silo tabut perjanjian Tuhan, supaya Ia datang ke tengah-tengah kita dan melepaskan kita dari tangan musuh kita.”

Menurut Komentar Alkitab Sabda

Tabut perjanjian mewakili kehadiran Allah di Israel. Tabut sudah mulai dibawa sejak 10 perintah Allah diberikan kepada Nabi Musa.

Umat Israel mengira bahwa tabut perjanjian itu akan menjamin perkenan dan kuasa Allah tanpa syarat. Mereka tidak mengerti bahwa sebuah lambangan dari hal-hal rohani tidaklah dengan sendirinya memastikan realitas – yaitu Kehadiran Tuhan – dari apa yang di lambangkan oleh tabut Perjanjian

Allah tetap tinggal bersama umat-Nya hanya selama mereka berusaha untuk memelihara hubungan perjanjian dengan-Nya[1]

Kita tidak boleh menyalahgunakan nama Tuhan atau hal yang melambangkan Tuhan.

Allah akan menghukum pada saat kita salah pakai atau tidak mencari kehendak Tuhan dulu.

Membaca 1 Samuel 4:11 – 22

Hasil tabut Allah diambil sekali lagi?

Pemimpin Rakyat Eli meninggal… menantunya perempuan isteri Pinehas melahirkan dan meinggal dan paling “emang-emang”

Telah lenyap kemuliaan Allah dari Israel, sebab tabut Allah telah dirampas

Kesimpulan Pasal 5 dan 6, tabut Allah di tanah Filistina tapi Allah membela diri. Allah menghajar (5:6) mereka sampai setelah 7 BULAN, orang Filistina mau kembalikan tabut Allah. Mereka sudah pasrah

Allah Mahakuasa, Tugas kita berdoa, percaya dan berpaling kepada Allah.

Umat Israel menghadap Tantangan dan kehilangan kepimpinan.

Ada sebagian di antara umat yang masih belum punya sikap yang terbaik pada saat menyembah Tuhan. Seharusnya mereka bersikap hormat, tunduk dan rasa takut dalam hubungan mereka dengan Allah yang kudusa.

Akan tetapi pada saat tabut Allah kembali ke tanah Israel, ada orang yang mengabaikan perintah Tuhan. Mereka melakukan yang terbaik pada diri sendiri, sesuai keinginan sendiri.

1 Samuel 6:19- 1 Samuel 7:1

Pelajaran

Kita harus menjaga kesucian Tuhan. Sebagai anak Tuhan, kita bisa menjaga kesucian Tuhan pada saat kita menjaga kesucian dari diri sendiri.

Kita membuang sikap duniawi dan menjalankan hidup penuh dengan Roh Kudus.

Kembali ke teks dari awal, itu latar belakangnya secara singkat.

Tabut Allah sudah kembali ke tanah Israel tetapi bukan ke tempat aslinya. Pada waktu di 1 Samuel 7:2, tabut masih di kota yang lain, Kiryat-Yearim. Orang Israel mengeluh

Tetapi apakah pernyataan mereka benar?

Di 1 Samuel 7:3, Nabi Samuel, yang sudah menjadi pemimpin berkata ….

Berbalik – berarti mereka sedang ikut jalan yang salah. Pada hari ini, kita bisa tanya diri sendiri, apakah saya ikut jalan menurut keingingan diri sendiri.

Kepada Tuhan dengan segenap Hati

Kadang-kadang kita hanya ikut Tuhan dengan sebagian dari hati. Kita tahu apa yang benar tetapi akhirnya kita melakukan seperti bangsa israel dan mengabaikan perintahNya.

Pada saat kita ikut pola disini, yaitu bertobat dari dosa dan mengaku Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, kita menerima hati yang baru. Dengan hati itu, setiap hari kita mengingatkan diri, aku milik Tuhan. Perjuangan di antara daging dan rohani pasti ada, namun dengan kuasa Roh Kudus, tidak ada yang mustahil.

Maka jauhkanlah para allah asing dan pada asytoret dari tengah-tengahmu

 Orang Israel sudah mulai bersembahyang kepada allah yang tidak benar. Mereka ikut kepercaayan lokal , adat Kanaan… dan sudah berkrompi sampai berhala… berhala itu sudah dilarang oleh TUHAN dalam 10 Perintah.

Sejak saat mereka masuk tanah Kanaan atau tanah yang dijanjikan, mereka disuruh untuk memberitakan tentang Allah yang benar, yang mencipatakan langit, bumi, segala isinya dan yang sudah menetap dengan janji-Nya

Sedikit lebih banyak tentang asytoret, itu nama dewi kesuburan dari suku kanaan. Bangsa israel sudah mulai menyembah asytoret setelah masuk tanah Kanaan[2]. Hal tersebut adalah asusila.

Pada hari ini, kalau kita berbalik dari dosa, meninggalkan kebiasaan dalam hidup kita yang sudah dilarang dari Firman Tuhan tapi disukai oleh dunia, kita bisa menjadi semakin suci. Baiknya kita mengejar hubungan semakin erat sama Gusti, agar kita semakin suci… kita semakin baik… kita semakin serupa dan segambar dengan Kristus.

Tunjukan hatimu kepada TUHAN dan beribadahlah hanya kepada-Nya

Hati kita hanya bisa menyembah 1 Tuhan. .. dan hanya ada 1 Tuhan yang layak disembah. Allah asing atau dewa, dewi yang lain tidak akan memuaskan selama-lamanya atau bersifat sementara. Kuasa mereka hanya sementara… dan nama Tuhan tidak diagungkan

Mari kita meningkatkan fokus kita supaya orang dari luar bisa melihat dengan jelas, kita tidak mengejar uang tetapi Tuhan.

Kita tunjukkan hati supaya hati kita mencerminkan kasih dan anugerah Tuhan.

Hal tersebut dilihat oleh saudara seiman, lingkungan – 1 Samuel 7:4         

Jangan berhenti berseru, sama dengan doa yang tidak terputus-putus.

Kita percaya kepada kuasa Tuhan dan ada kuasa dalam doa. Sekarang musuh Filistin terpukul dan kalah.

Dengan peristiwa tersebut, Samuel berharap setiap orang dari semua Israel diingatkan atas Kemurahan Tuhan.

Israel merasa kehilangan pada saat tabut Allah dirampas.

Pemimpin mereka yang kurang baik meninggal maupun dua anaknya juga meninggal.

Mereka berhala, ikut adat lokal dan mengabaikan Tuhan.

Dan Tuhan Tetap Setia.. Tuhan Menetapi Janji-Nya

Orang berbalik kepada Tuhan ,mereka sadar atas dosa sendiri. Mereka bertobat dan beribadah saja kepada Allah.

Tuhan Luar Biasa dan oleh karena itu, Samuel Mengucapkan Selama ini Tuhan Menolong Kita.

Demikian pula, Tuhan selalu menolong kita…

Hari ini ada semacam batu peringatan Eban Haezar. Kita sudah tertolong oleh Tuhan dan pasti dia akan meneruskan

Filipi 1 :6 Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.

Kita diberi kasih karunia yang baru setiap hari.  Allah punya rencana untuk hidup kita semua.


[1] https://alkitab.sabda.org/bible.php?book=1Sam&chapter=4 opened 13 jan 2021

[2] https://alkitab.sabda.org/dictionary.php?word=Asytoret 13 jan 2021

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.