Isa Almasih Di Baitullah

Tiap-tiap tahun orang tua Isa Al Masih pergi ke Yerusalem untuk merayakan hari raya Paskah, yaitu hari peringatan ketika bani Ibrahim keluar dari Mesir.  Siapa masih ingat hari Paskah yang pertama?  Mengapa keturunan Nabi Ibrahim memperingati hari raya Paskah?

Ketika Isa Al Masih berumur dua belas tahun, mereka pergi ke perayaan itu sesuai dengan kebiasaan.  Isa Al Masih juga ikut dengan Siti Maryam dan Yusuf.  Mereka pergi ke Yerusalem untuk beribadah kepada Allah di Baitullah, juga untuk mengurbankan domba yang tidak bercacat sebagai ganti anak laki-laki yang sulung.

Sehabis perayaan itu mereka pulang, tetapi Isa, Anak itu, masih tinggal di Yerusalem. Ayah dan ibu-Nya tidak mengetahui hal itu. Orang Nasira selalu pergi ke Yerusalem dalam rombongan besar.  Semua orang dari Nasira berangkat dan pulang bersama-sama.  Yusuf dan Siti  Maryam menyangka Isa ikut dalam rombongan yang lain bersama teman-teman-Nya atau saudara-saudara-Nya.  Sesudah berjalan sepanjang hari, rombongan itu berhenti untuk beristirahat pada malam hari.  Barulah ayah dan ibu Isa mencari Dia di antara sanak saudara dan kenalan-kenalan mereka.  Tetapi mereka tidak menjumpai-Nya.  Mereka khawatir sekali. Jadi mereka kembali ke Yerusalem untuk mencari Dia.

Setelah tiga hari mencari Isa, mereka akhirnya menemukan Dia di dalam Baitullah.  Ia sedang duduk mendengarkan ajaran yang sedang disampaikan oleh para guru agama. Ia mengajukan pertanyaan-pertanyaan sesuai dengan cara guru mengajar pada zaman itu.  Semua orang yang mendengar Dia heran karena penjelasan-Nya jitu sekali.  Orang tua-Nya pun heran melihat Dia ada di Baitullah bersama-sama dengan para guru agama.

Siti Maryam berkata kepada Isa, “Nak, mengapa Kaulakukan ini semua? Ayah-Mu dan ibu-Mu cemas mencari Engkau!”

Isa Al Masih menjawab, “Mengapa Ayah dan Ibu mencari Aku? Apakah Ayah dan Ibu tidak tahu bahwa Aku harus ada di dalam Baitullah, yaitu Rumah  Allah yang adalah Tuhan dan Bapa-Ku?”

Tetapi mereka tidak mengerti jawaban Isa.  Apakah kita mengerti maksud Isa Al Masih? Dia tidak nakal, Dia hanya melakukan kehendak Allah. Mengapa Dia memanggil Allah dengan sebutan Bapa?  Ingat, bahwa Yusuf bukan ayah Isa. Isa dilahirkan secara ajaib. Oleh karena Isa berasal dari Allah dan selalu melakukan kehendak Allah, maka Dia memanggil Allah dengan sebutan ‘Bapa’. Panggilan itu juga menunjukkan betapa dalam kasih Isa Al Masih kepada Allah Yang Maha Esa.  Dia dekat sekali dengan Allah.  Waktu Dia masih kanak-kanak pun, Dia sudah taat dan mengasihi Allah. Dia pun dikasihi oleh Allah.

Setelah Siti Maryam dan Yusuf menemukan Isa Al Masih di Baitullah, Isa ikut pulang bersama mereka ke Nasira. Seperti biasa, Ia taat kepada mereka. Isa makin bertambah besar dan bertambah bijaksana serta dikasihi oleh Allah dan disukai oleh semua orang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.