Nabi Daniel

Allah menciptakan dunia ini melalui Firman-Nya. Dia melihat semua yang di ciptakan-Nya, dan semuanya sangat baik.

Tetapi Nabi Adam dan Siti Hawa tidak taat kepada perintah-Nya. Apakah dosa mereka? Kita juga orang berdosa karena kita tidak selalu taat kepada Allah.

Allah berjanji kepada Nabi Adam dan Siti Hawa bahwa dari keturunan mereka  akan datang Seseorang yang akan memusnahkan musuh kita, si Iblis. Ia akan menebus kita dari hukuman dosa..

Jadi Allah memilih seorang nabi untuk menjadikan mereka satu bangsa yang besar,  yang akan menaati firman Allah. Sang Penebus akan lahir dari seorang wanita bangsa itu. Jadi, Nabi Ibrahim dipilih, dan keturunan Nabi Ibrahim  menjadi satu bangsa yang besar, yang disebut Israil.
Allah memilih Nabi Daud menjadi raja Israil. Nabi Daud adalah raja yang paling dikasihi oleh Allah. Raja Daud sangat menghormati  dan mengasihi Allah. Jadi, Allah memberkati kerajaannya sehingga Israil menjadi kuat dan makmur.

Tetapi raja-raja setelah raja Daud tidak taat kepada Allah. Ketika mereka memberontak terhadap Allah, orang-orang biasa juga ikut memberontak. Akhirnya orang Israil menjadi sangat jahat. Allah menghukum mereka sehingga mereka dikalahkan oleh raja Babil yang bernama Nebukadnezar.

Banyak orang Israil ditawan oleh raja Babil itu. Mereka dibawa ke Babil.

Kemudian Raja Nebukadnezar memerintahkan kepala rumah tangga istana yang bernama Aspenas untuk memilih beberapa pemuda  dari tawanan-tawanan Israil. Ia harus memilih pemuda-pemuda yang tak bercacat. Mereka harus  tampan,  berpendidikan tinggi,  dan cerdas. Aspenas harus mengajar mereka membaca dan menulis bahasa Babil. Setelah dilatih selama 3 tahun, mereka harus menghadap raja untuk bertugas di istana.

Di antara pemuda-pemuda itu, terdapat Daniel, Hananya, Misael, dan Azarya.

Aspenas bekerja keras untuk mengajar keempat pemuda ini supaya mereka menjadi seperti orang Babil. Ia ingin supaya mereka lupa akan garis keturunannya, negerinya dan Allahnya. Ia mengganti nama mereka menjadi: Beltsazar, Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Nama Yahudi mereka yang dahulu mempunyai arti yang berkaitan dengan Allah  Yang Maha Esa. Nama mereka yang baru berkaitan dengan dewi-dewi Babil.

Nabi Daniel dan teman-temannya tidak mau lupa menyembah Allah yang benar. Mereka ingin tetap taat kepada-Nya. Jadi, ketika mereka diberi makanan dan minuman yang haram dari meja raja, mereka tidak mau memakannya.

Dengan pertolongan Allah, Nabi Daniel disayang dan dikasihi oleh Aspenas. Nabi Daniel bertekad untuk tidak menajiskan dirinya dengan makanan haram dan dengan minuman  anggur dari istana raja. Oleh karena itu, ia minta kepada Aspenas supaya boleh mendapat makanan lain.

Tetapi Aspenas takut kepada raja dan berkata, “Raja sendiri yang menetapkan makanan dan minumanmu. Jika menurut pendapatnya engkau kelihatan kurang sehat daripada pemuda-pemuda lain, pasti aku akan dibunuhnya.”

Kata Nabi Daniel, “Ujilah kami selama 10 hari. Berilah kami sayuran dan air putih saja sebagai makanan dan minuman kami. Setelah 10 hari, bandingkanlah rupa kami dengan rupa pemuda-pemuda yang lain. Kalau mereka kelihatan lebih sehat, baiklah kami akan ikuti peraturan raja.” Ujian itu disetujui dan mereka hanya diberi makan sayuran dan minum air putih saja selama 10 hari.

Setelah waktu itu habis, Nabi Daniel, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego kelihatan lebih sehat dan kuat daripada semua pemuda yang mendapat makanan dari meja raja. Jadi, Nabi Daniel dan teman-temannya tidak lagi diberi makanan dan minuman dari meja raja, tetapi hanya diberi sayuran dan air saja.

Allah senang kepada keempat pemuda ini. Jadi, Dia memberkati mereka dan memberi mereka hikmat dan keahlian. Selain itu, Nabi Daniel juga diberi kepandaian untuk menerangkan penglihatan dan mimpi.

Pada akhir tahun ketiga dari masa pendidikan yang ditentukan oleh sang raja, Aspenas membawa semua pemuda itu menghadap Raja Nebukadnezar. Setelah berwawancara dengan mereka, raja mendapati bahwa Nabi Daniel, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego melebihi yang lain dalam segala bidang. Mereka 10 kali lebih baik daripada orang-orang lainnya. Jadi, mereka diberi tugas di dalam istana raja. Sekaligus mereka diberi tugas oleh Allah untuk memberitakan kebenaran Allah di negeri yang begitu kafir seperti Babil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.