Melayani atau Dilayani

YOHANES 13:1-20

Melayani atau Dilayani

Bagaimana kita bisa menjadi yg terbesar dalam kerajaan Sorga? Teks dalam Matius 18 bersabda kita harus merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil.

Anak kecil bergantug ke orang tua dan imannya murni. Anak kecil mau bersama orang tua mereka dan tidak protes. Sikap kita harus menjadi seperti itu, secara rohani kita tidak berpikir aku mandiri namun aku butuh Tuhan.

2 bab setelah ini, ada pertanyaan seperti ini muncul lagi, Matius 20:20

““Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya.”

‭‭Matius‬ ‭20:20‬ ‭

Ibunya Yakobus dan Yohanes meminta mereka menjadi besar juga. Apa itu jawabannya?

Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.””

‭‭Matius‬ ‭20:26-28‬ ‭

Tujuan dalam renungan ini: Hidup yg penuh dengan murah hati adalah seseorang yg menirukan pola hidup Yesus, Yaitu Melayani bukan Dilayani.

Dia orang yang paling murah hati, Tuhan yang meninggalkan semua kekayaan dan menjadi miskin biar kita bisa dapat kekayaan selama-lamanya

Selain itu dia melakukan sesuatu dalam hidup –Nya malam yang terakhir untuk melayani murid-Nya. Tapi bukan itu saja namun hal ini diperintahkan untuk menjadi teladan.

Bukan memerintah seperti dunia dengan kuasa namun melayani dengan rendah hati

Kita membahas 3 Hal

  1. Menirukan bersikap rendah Hati
  2. Menerima Anugerah-Nya
  3. Melayani sesama

1. Dengan Rendah Hati, kita melayani sesama dengan tujuan mereka mengenal Tuhan Kita.

Kita seharusnya Datang kepada Tuhan dan Menerima ANUGERAHNYA, biarlah kita dibasuh dan diterima Allah atas kasih-Nya dan Pekerjaan Yesus, bukan dari perbuatan baik kita.

INJIL itu diterima oleh Anugerah dan iman

Ay. 3-5 – Yesus tahu segalanya tidak berbangga, atau egois. Inilah teladan untuk pelayanan, semakin besar tingkat, gelar, semakin mencari kesempatan yg rendah untuk melayani.

Pada waktu itu orang berjalan kemana-mana dan pasti kakinya kotor dan bau.

Tugas membasuh kaki itu diberikan pada budak atau pembantu rumah, bukan guru apalagi Anak Tuhan yaitu Raja di atas segala raja

Dalam hidup kita, kita sering kali mau menjadi nomor 1 kan? Yg paling berkuasa, terkenal, terpintar, terkaya dan sebagainya sering dikejar.

Sebenarnya, sikap sombong itu yg bermusuh terhadap Tuhan. Dia akan merendahkan orang yg meninggikan diri.

Apa itu Teladan pelayanan Yesus? Rendah Hati dan Melayani bukan Mengausi; Membantu bukan menyuruh

Yesus pernah berkata pola ini kepada murid-Nya jadi walaupun tindakan sangat aneh bagi Yesus untuk membasuh kakinya sudah ada pelajaran tentang kuasa dalam Kerajaan Allah

Sejauh mana kita siap untuk melayani musuh kita, orang mengancam atau menyakit hati kita.

Yesus memilih dan mengasihi Yudas.

Sudah 3 tahun mereka bersama, sudah dipilih untuk tugas Rasul, Yudas Iskariot mencuri dana pelayanan

Apakah kita relah mengampuni, mengasihi dan sikap RENDAH HATI pada yg menghianati kita?

Banyak orang disini tidak mau melihat kerajaan Tuhan diperluaskan; yang diluar gereja dan mungkin saja yang dalam gereja juga.

Kita harus Bersikap RENDAH HATI

Tahap yang Ke-2, dalam nats ini adalah, datanglah kepada Tuhan dan

2. Menerima ANUGERAHNYA

Ay 6-11

Petrus mencobai untuk memerintahkan Tuhan Yesus dari pada Petrus DI-perintahkan Tuhan Yesus.

Demikian Kita juga sering begitu kan? Kita datang dan dengar Firman Tuhan tetapi tidak pernah melaksanakan. Misalnya, kita diberi kuasa untuk menjadi saksi namun jarang sekali orang Kristen umumnya bersaksi kepada orang yang lain tentang keselamatan.

Amanat Agung itu sudah jelas – jadikanlah semua bangsa muridku (Yesus) namun banyak orang gereja tidak pernah melaksanakan.

Semua perintah dalam Alkitab bukan pilihan namun kewajiban. Banyak jiwa di sekitar kita yang belum pernah dengar cerita natal, cerita paskah, siapa itu Yesus yang dipanggil Tuhan, dan kita sering kali, kita diam saja.

Keselamatan itu bukan untuk kita saja melainkan untuk dibagikan dan diberitakan kepada orang yang belum percaya.

Dengan kasus Petrus, dia awalnya tidak mau menyerahkan diri kepada Yesus dengan pelayanan ini. Tuhan kita bekerja dalam hal yang berlawanan dengan pikiran manusia.

Lebih baik kita belajar dari hidup dan jawaban Petrus untuk melakukan tindakan yang lebih hikmat. Kalau Yesus berkata sesuatu, kita tidak menjawab kurang dari YA TUHAN. YA TUHAN diterima dan dilakukan.

Tidak seperti Petrus dan mau datang ke Yesus menurut tindakan atau peraturan kita…

Sering kali kita bisa bilang begini:

‘Saya harus membereskan / membersihkan diri sebelum diterima Yesus atau melayani Yesus.’

Yesus berkata datang saja dalam kondisi yg ada, saya yg membersihkan.

Ay9-10

Injil itu jelas, semua kesalehan kita seperti kain kotor di hadapan Allah.

Menerimalah saja anugerah Tuhan Yesus. Jangan berpikir tentang dosa yang sudah dilakukan namun memfokuskan kepada apa yang diselesaikan oleh Yesus sendiri.

Keselamatan itu bertobat dan percya, dan tidak bergantung pada hutang dosa.

Namun juga kalau sudah diselamatkan kita tidak dapat izin untuk melakukan keinginan kita. Setiap hari kita disucikan oleh Roh Kudus untuk menjadi lebih seperti Yesus sendiri.

Ay13-15

Ayat sangat menarik juga. Sering kali dalam Kitab Yohanes Yesus berkata ‘Akulah Tuhan” ada yang dari agama Islam yang mengklaim Yesus atau Isa Almasih tidak pernah bilang “Akulah Tuhan.”

Ay 13 ini salah satu ayatnya – yang lain Yohanes 8:58 SESUNGGUHNYA SEBELUM ABRAHAM JADI, AKU TELAH ADA….

atau yang “Akulah Jalan dan Kebenaran”..semua pernyataan AKULAH

Kata asli kyrios selalu diterjemahkan ke Tuhan… bukan Tu – A – N, jangan ditipu atau dibingungkan, inilah Tuhan kita.

Poin ini kembali lagi ke RENDAH HATI dan kita lanjut dengan poin ke3 melayani sesama.

Kita wajib untuk membasuh kaki; kita wajib untuk mengasihi. Mari kita lanjut saja ke ayat Ke 34-35

Menarikkah orang yang belum percaya kepada Yesus kalau orang Kristen tidak membedakan diri sendiri dengan dunia ini?

Apakah kita menawarkan sesuatu unik kalau kata kita, tindakan kita dan sikap kita tidak berbeda dengan orang dari agama yang lain?

Bagaimana kalau kita ingin mengasihi sesama dengan unggul ? Akankah menjadi seperti apa?

Berdoa dan bertanya kepada Tuhan apa yg bisa dilakukan dalam hidup say untuk mengasihi sesama dgn unggul.. Pasti dilaksanakan dengan sikap rendah hati dan dalam Anugerah Tuhan.

Mungkin saja lebih banyak janda dibantu – termasuk yang belum percaya

Semoga lebih banyak anak yatim piatu dilayani – termasuk yang belum percaya

Bagaiman kalau kita menyelamatkan anak-anak dan orang sedang minta-minta di pinggir jalan?

Kita dengan sengaja melawan masalah narkoba.

Kita bukan diam saja tapi menjadi dorongan pada jalan keluar dan hidup yang luar biasa dalam Yesus Kristus.

Yesus memberikan Nyawa dan hidupnya bagi kita agar kita dapat pengampunan dosa, hati yang baru, hubungan diperbaiki sama Tuhan dan hidup yang kekal.

Teladan ini kita mengasihi dan membagikan hidupnya dengan orang yang lain agar mereka menjadi murid Yesus.

Untuk menjadi besar dalam kerajaan sorga, kita harus merendahkan diri.

Kerajaan Allah adalah kerajaan yg kebalik dengan dunia. Yg terakhir menjadi yg pertama, yg kecil menjadi besar, yg rendah hati akan ditinggikan

Rendah Hati, melayani sesama dengan tujuan mereka mengenal Tuhan Kita. Datang kepada Tuhan dan Menerima anugerahnya, biarlah Kita Dibasuh oleh kasih-Nya bukan dari perbuatan kita.

ayat Ke16-17 – seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya…

Seharusnya kita tidak terkejut kalau pesan kabar baik Injil ditolak karena Yesus sendiri ditolak ribuan orang termasuk ahli agama Yahudi.

Kalau kita ditolak maka berbahagialah dalam pelayanan Yesus.

Ayat 20

Kalau disiksa, diancam, ditangkap, dibunuh, apa pun seumpama yang terjadi dalam hidup kita , tidak masalah sebenarnya…

Yesus masih RAJA di atas segala RAJA dan dia sendiri sudah mengalami semua itu.

Kita tidak lebih tinggi dari pada Yesus berarti kita tidak boleh menjadi sombong, egois atau kesempatan untuk mengasihi sesama walaupun susah. Tindakan yang paling penuh dengan kasih adalah penginjilan. Mengapa?

Kalau seseorang belum kenal Yesus sebagai Juru selamat, mereka sudah jauh dari Tuhan, kita mau hidup mereka dibenarkan lagi. Kita bisa menjelaskan siapa itu Allah , dosa kita banyak tapi ada kasih dan anugerah dalam nama Yesus.

Kita duta harapan dan bisa membagikan pesan kabar baik dengan mereka.

Kita dipanggil untuk melayani semua orang, bukan yang hanya seperti kita dengan rendah.

Kiranya Rendah Hati Menjadi gaya hidup kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.