Sepuluh Syariat Allah

Dua belas anak Nabi Yakub dan keturunannya sekarang  disebut kaum Israil. Mereka sudah menjadi bangsa yang besar. Raja mereka adalah Allah. Mereka terus berjalan dan akhirnya tiba di Gunung Sinai. Allah memimpin Nabi Musa sampai umat Israil dapat beribadah di gunung itu.

Allah  memanggil Nabi Musa agar datang ke puncak  Gunung Sinai.  Di situ Allah  berkata  kepada Nabi Musa, “Sekarang kalau kalian bertaat kepada-Ku dan setia kepada perjanjian-Ku, kalian akan Kujadikan umat-Ku sendiri.” Nabi Musa kembali kepada orang-orang Ibrani itu dan menceritakan semua yang dikatakan Allah  kepadanya. Orang banyak itu berkata, “Kami mau melakukan segala sesuatu yang difirmankan Allah.”

Lalu Allah  menyuruh Nabi Musa dan bangsanya bersiap-siap. Mereka harus mandi dan mencuci pakaiannya. Pada hari ketiga, Allah akan turun ke Gunung Sinai dan berbicara kepada kaum Israil. Pada hari itu guruh dan petir menyambar-nyambar. Awan yang tebal muncul di atas gunung, lalu terdengarlah bunyi terompet yang sangat keras. Semua orang yang berada di situ gemetar ketakutan. Mereka tidak boleh mendaki gunung itu.  Kalau ada orang yang terlalu dekat dengan gunung itu, seketika itu juga ia akan mati. Hanya Nabi Musa sajalah yang boleh mendaki gunung itu.

Lalu Allah  berbicara. Dia memberi sepuluh syariat.

  1. Jangan menyembah tuhan-tuhan lain; sembahlah Aku saja. Perintah yang pertama ini mengajarkan bahwa hanya ada satu Tuhan yang patut disembah, yaitu Allah Yang Maha Esa.
  2. Jangan membuat patung. Bila kita mempunyai jimat, mantera, pergi ke dukun, dll., kita sudah menjadikan mereka sesembahan kita. Kalau kita membuat patung, kita tidak taat kepada Allah.
  3. Jangan menyebut nama Allah dengan sembarangan. Ketika Asma Allah disebut, kita harus menyebutnya  dengan cara yang menghormati Dia. Artinya kita tidak boleh menyebut nama Allah dengan  bersenda gurau, atau dalam keadaan sedang marah.
  4. Hormatilah hari Sabat. Enam hari cukuplah untuk bekerja. Hari ketujuh adalah hari untuk menghormati Allah. Hari beribadah itu boleh hari Jumat, hari Sabtu, atau hari Minggu, tetapi maksud Allah adalah supaya dalam satu minggu ada satu hari yang dikhususkan untuk secara khusus menyembah Allah, dan untuk istirahat dari pekerjaan.
  5. Hormatilah ayah dan ibumu. Kita harus menghormati orang tua kita – terlepas dari apakah kita setuju dengan pendapat mereka atau tidak.
  6. Tidak boleh membunuh.
  7. Tidak boleh berzinah.
  8. Jangan mencuri. Jika kita mengambil milik orang lain, bagaimana pun kecil barangnya, kita sudah mencuri.
  9. Jangan berbohong. Kita harus selalu berkata benar.
  10. Jangan iri hati. Kita tidak boleh mengingini barang atau milik orang lain.

Mari kita minta Allah Yang Mahakuasa menolong kita semua untuk menaati sepuluh syariat  Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.