Menara Babel

Setelah Nabi Nuh sekeluarga keluar dari bahtera, Allah menyuruh Nabi Nuh sekeluarga beranakcucu sehingga kelak keturunan Nabi Nuh akan memenuhi seluruh bumi.

Mereka menuruti perintah Allah untuk beranakcucu. Dengan bertambah banyaknya keturunan Nabi Nuh, bertambah banyak jugalah orang-orang di bumi.  Bertahun-tahun sesudah terjadinya banjir besar itu, hanya ada satu bahasa di dunia ini.

Semua orang berbicara dalam bahasa yang sama.  Jadi, semua orang dapat saling mengerti.  Kalau saya berbicara dalam bahasa Spanyol, apakah Saudara mengerti?  Dan kalau Saudara berbahasa Korea, saya tidak akan mengerti.  Tetapi cerita ini terjadi ketika semua orang memakai bahasa yang sama.

Allah menyuruh orang-orang keturunan Nabi Nuh menyebar ke seluruh dunia, tetapi mereka tetap tinggal di satu daerah saja yang bernama Babel.  Orang-orang di Babel berkata,  “Mari kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi.”

Orang-orang ini sombong.  Mereka tidak mau taat kepada Allah.  Mereka yakin bahwa mereka sendiri dapat membangun sebuah menara yang sampai ke surga.  Bagaimana mungkin seseorang dapat membuat jalan ke surga?  Hanya Allah sendirilah yang sanggup membuat jalan ke surgalah.

Allah melihat kota dan menara yang didirikan oleh orang-orang Babil tersebut.  Dan Ia berkata, “Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa.  Ini baru permulaan dari rencana mereka yang jahat.”  Jadi Allah menghukum mereka dan membuat berbagai bahasa sehingga mereka tidak dapat saling mengerti lagi.  Percakapan mereka menjadi kacau satu dengan yang lainnya.  Oleh karena mereka tidak dapat saling mengerti, mereka berhenti mendirikan kota dan menara Babel yang mereka rencanakan itu.

Dari Babel, semua orang diceraiberaikan oleh Allah ke seluruh permukaan bumi.  Mereka mencari orang-orang yang bahasanya sama, lalu pergi ke berbagai penjuru untuk memenuhi dunia ini.  Kehendak Allah selalu terjadi. Manusia menjadi sombong dan berdosa; mereka tidak mau menaati kehendak Allah. Oleh karena itu, Dia mengacaukan bahasa mereka supaya mereka pergi ke berbagai penjuru dan memenuhi dunia.

Satu komentar pada “Menara Babel”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.